Berhasil membantu pasangan infertil (tak subur) menjadi hamil melalui program bayi tabung, menjadi pengalaman yang tak pernah bisa dilupakan dr. IB Putra Adnyana, SpoG. Juga saat ia berhasil menangani pasangan infertil asing. Kesuksesannya mendirikan Merdeka Medical Center, menambah suka dalam menjalani profesinya. Meski demikian, bukan berarti dokter yang menyelesaikan pendidikan spesialisnya diFakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini tak menemukan duka dalam menjalani profesinya 1995 lalu. Itu terjadi ketika ia harus melakukan operasi caecar selama 2,5 jam gara-gara pasien mengalami perdarahan.
Bagi pria kelahiran Denpasar, 6 April 1959 yang hobi olahraga ini, pasien adalah manusia yang punya harga diri yang harus dihormati dan dihargai. Ayah tiga anak dari istri IA Kompiang Suarini, SE., ini mengaku selalu berusaha agar pasien seperti teman. “Jangan lupa, pasienlah yang menghidupi kita,”katanya.
dr. I B Putra Adnyana, SpOG(K) yang juga berpraktik di Merdeka Medical Center, mengawali profesinya sebagai dokter Puskesmas Sanur pada 1986-1989. Menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Sub Lab Fer RS Sanglah juga dijalaninya. Bagi dokter teladan tingkat Propinsi Bali pada 1987 ini, suksesnya tak lepas dari peran keluarga, orang tua, dan mertua. Dua motto hidup yang dijadikannya pegangan, yakni Tatwam Asi dan menjadi dokter yang baik. |