
“Apakah perkembangan anakku sudah sesuai usianya?”
“Kenapa dia berbeda dari teman sebayanya?”
“Apakah ini hanya fase… atau perlu diperiksa?”
Setiap anak berkembang dengan ritmenya sendiri. Namun, ada beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian khusus agar anak bisa mendapatkan dukungan yang tepat sejak dini.
Skrining tumbuh kembang dilakukan untuk melihat apakah perkembangan anak sudah sesuai dengan tahapan usianya. Penilaian meliputi kemampuan bicara dan bahasa, gerakan tubuh, kemampuan sosial, emosi, serta cara anak belajar dan berinteraksi dengan lingkungan. Melalui evaluasi ini, orang tua dapat mengetahui apakah perkembangan anak masih dalam batas wajar atau memerlukan perhatian dan stimulasi lebih lanjut.
Stimulasi multisensori ditujukan untuk anak yang tumbuh normal namun tetap membutuhkan rangsangan perkembangan yang tepat. Melalui berbagai aktivitas bermain yang terarah, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, konsentrasi, serta keterampilan sosial agar tumbuh kembangnya semakin optimal.
Anak hiperaktif sering terlihat memiliki energi yang sangat besar dan sulit untuk diam dalam waktu lama. Mereka cenderung terus bergerak, berbicara tanpa henti, dan mudah beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Dalam beberapa situasi, anak juga tampak kesulitan mengikuti aturan atau menunggu giliran. Kondisi ini dapat mempengaruhi aktivitas belajar, interaksi dengan teman, maupun kegiatan sehari-hari di rumah dan sekolah.
Autisme adalah kondisi perkembangan yang mempengaruhi cara anak berkomunikasi, berinteraksi sosial, serta memahami lingkungan di sekitarnya. Anak dengan autisme mungkin menunjukkan kontak mata yang terbatas, keterlambatan bicara, kesulitan memahami ekspresi atau emosi orang lain, serta memiliki pola perilaku yang berulang. Beberapa anak juga memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap suara, cahaya, atau sentuhan.
ADHD adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi kemampuan anak dalam mengatur perhatian, mengontrol impuls, dan mengelola aktivitasnya. Anak dengan ADHD sering tampak sulit fokus dalam waktu lama, mudah teralihkan oleh hal kecil, dan sering bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Kondisi ini dapat mempengaruhi proses belajar serta kemampuan anak mengikuti instruksi.
Down Syndrome merupakan kondisi genetik yang terjadi akibat adanya tambahan kromosom pada pasangan kromosom ke-21. Anak dengan Down Syndrome biasanya memiliki ciri fisik tertentu serta perkembangan yang berjalan lebih lambat dibandingkan anak seusianya, terutama pada kemampuan motorik, bahasa, dan kognitif. Dengan stimulasi yang tepat dan dukungan lingkungan yang baik, anak dengan Down Syndrome tetap dapat berkembang dan belajar secara optimal.
Cerebral Palsy adalah gangguan pada perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi otot. Anak dengan kondisi ini dapat mengalami kekakuan otot, gerakan yang tidak terkontrol, atau kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Tingkat keparahan kondisi ini dapat berbeda pada setiap anak.
Gangguan motorik kasar berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tubuh besar seperti duduk, berdiri, berjalan, berlari, atau menjaga keseimbangan. Anak mungkin terlihat sering terjatuh, kesulitan mengikuti aktivitas fisik, atau terlihat lebih lambat dalam perkembangan geraknya. Kondisi ini terkadang juga disertai kesulitan dalam mengatur emosi dan perilaku.
Tes kesiapan sekolah membantu menilai apakah anak sudah siap secara mental, emosional, sosial, dan kognitif untuk memulai pendidikan formal. Penilaian ini melihat kemampuan anak dalam mengikuti instruksi, berkonsentrasi, berinteraksi dengan teman sebaya, serta menyelesaikan tugas sederhana secara mandiri.
Tes IQ merupakan pemeriksaan psikologis yang digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual anak. Melalui tes ini, dapat diketahui cara anak memproses informasi, memecahkan masalah, memahami konsep, serta potensi kemampuan kognitif yang dimiliki.
Tes minat dan bakat membantu mengenali kecenderungan potensi anak sejak dini. Hasil tes ini memberikan gambaran mengenai bidang yang paling diminati anak, gaya belajar yang sesuai, serta potensi kemampuan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Keterlambatan bicara atau speech delay terjadi ketika kemampuan berbicara anak berkembang lebih lambat dibandingkan anak seusianya. Anak mungkin belum mengucapkan kata sederhana pada usia tertentu, memiliki kosakata yang terbatas, atau kesulitan menyusun kalimat. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perkembangan bahasa, pendengaran, atau kemampuan memahami komunikasi.
Kesulitan belajar adalah kondisi ketika anak mengalami hambatan dalam memahami atau memproses informasi meskipun memiliki kecerdasan yang normal. Anak mungkin mengalami kesulitan membaca, menulis, berhitung, atau memahami instruksi akademik di sekolah. Kondisi ini sering kali baru terlihat saat anak mulai mengikuti proses belajar secara formal.
Tim Vidastana terdiri dari dokter dan tenaga profesional berpengalaman yang hadir untuk mendampingi setiap perjalanan dengan pendekatan yang lebih personal, hangat, dan penuh perhatian, sehingga setiap pasien dapat merasa lebih nyaman, didengar, dan didukung di setiap tahap perawatan.
dr. Sugitha, Sp.A (K)
Bu Lily, M.Psi., Psikolog
Kak Diyah, S.Fis., Ftr., CDNP
Kak Acha, A.Md.Kes
Kak Taufiq, A.Md.OT
Kak Diah, A.Md.Kes
dr. I Gusti Agung Ngurah Sugitha Adnyana, Sp.A(K) adalah Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menangani berbagai aspek tumbuh kembang anak. Fokus praktik beliau meliputi pemantauan perkembangan, penanganan speech delay, gangguan perilaku, hingga optimalisasi masa golden period anak. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan anak serta keluarga, beliau berkomitmen memberikan pendampingan sejak dini untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Lylly Puspa Palupi S., M.Si., Psi adalah Psikolog Klinis yang berfokus pada pendampingan kesehatan mental anak, remaja, hingga dewasa. Layanan yang beliau berikan mencakup asesmen psikologis seperti psikotes kesiapan sekolah, tes kepribadian, konseling, hingga psikoterapi untuk membantu individu memahami serta mengatasi tantangan emosional dan perilaku. Dengan pendekatan yang hangat, suportif, dan berbasis kebutuhan individu, Bu Lily berkomitmen mendampingi setiap proses menuju kesehatan mental yang lebih baik.
Ni Putu Diah Purnama Sari, A.Md.Kes adalah Terapis Okupasional yang berfokus pada pengembangan kemampuan fungsional anak melalui pendekatan terapi berbasis aktivitas. Beliau membantu anak meningkatkan keterampilan motorik, kemandirian, serta kemampuan aktivitas sehari-hari, dengan pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan individu.
Baiq Yuna Balqis Wahida, S.Tr.Kes adalah Terapis Wicara yang berfokus pada penanganan gangguan komunikasi, bahasa, dan bicara pada anak. Kak Yuna membantu anak mengatasi speech delay dan gangguan bahasa untuk mengoptimalkan kemampuan komunikasi secara menyeluruh.
Achyana Zakyya Syahrani, A.Md.Kes adalah Terapis Wicara yang berfokus pada stimulasi dan terapi komunikasi anak, khususnya dalam meningkatkan kejelasan bicara dan kemampuan bahasa. Kak Acha menangani berbagai tantangan komunikasi, termasuk keterlambatan bicara dan gangguan spektrum autisme.
Berada di Rumah Sakit Ibu & Anak yang sudah berpengalaman merawat pertumbuhan dan perkembangan anak selama 22 tahun.
Dokter anak konsultan tumbuh kembang, psikolog anak, dan terapis bekerja bersama untuk memahami perkembangan anak secara menyeluruh, sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat dan terarah.
Setiap anak memiliki kebutuhan perkembangan yang unik. Program terapi dan stimulasi disusun secara khusus sesuai kondisi dan potensi masing-masing anak.
Didukung oleh tenaga medis dan terapis yang berkualifikasi dan berpengalaman di bidang tumbuh kembang anak.



Jika Ayah Bunda merasa perkembangan anak berbeda dari anak seusianya, atau terdapat keterlambatan pada bicara, gerak, perilaku, maupun kemampuan belajar.
Tidak. Ayah Bunda bisa langsung reservasi untuk konsultasi dengan Dokter Anak Spesialis Tumbuh Kembang.
Tidak. Beberapa anak hanya membutuhkan evaluasi serta stimulasi mandiri. Konsultasi dengan Dokter Anak Spesialis Tumbuh kembang untuk mendapatkan rekomendasi terapi.
Durasi terapi berbeda pada setiap anak, tergantung kondisi dan perkembangan masing-masing.
Ya. Keterlibatan orang tua sangat penting dalam proses perkembangan anak.
Unduh Sobat Bunda Untuk Resevasi Dokter Spesialis :
Praktek Dokter:
Jadwal Praktek:
Reservasi Kelas Multisensori:
Jadwal Praktek: