young-child-with-autism-playing-with-family (1)
Menjadi orangtua, terutama bagi orangtua baru, adalah pengalaman yang mengubah hidup secara drastis. Ada luapan kebahagiaan yang besar, namun di saat yang sama hadir pula tantangan dan kekhawatiran baru.
Bagi banyak keluarga modern, menyeimbangkan tuntutan pekerjaan, urusan rumah tangga, dan tanggung jawab mengasuh anak bukan hal mudah. Di tengah ritme hidup yang serba cepat, perhatian terhadap detail kecil tumbuh kembang si kecil kadang terlewat tanpa disadari. Akibatnya, sebagian orangtua baru menyadari adanya red flag atau tanda keterlambatan ketika anak sudah beranjak besar.
Bagi orangtua yang bekerja, menitipkan anak kepada kerabat, nanny, atau daycare sering menjadi pilihan terbaik. Bantuan ini tentu sangat berharga. Namun, sekadar dititipkan tidak selalu menjamin anak memperoleh stimulasi yang sesuai dengan tahap usianya.
Tanpa stimulasi yang tepat, anak berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional.
Ada kalanya orangtua kelelahan. Saat energi menurun, televisi, ponsel, atau tablet sering menjadi solusi cepat agar anak tenang sejenak. Banyak orangtua pernah berada di fase ini.
Namun, paparan screen time berlebihan pada usia dini berkaitan erat dengan risiko keterlambatan bicara (speech delay), baik dalam memahami maupun mengungkapkan kata. Kurangnya interaksi dua arah akibat terlalu sering menatap layar juga dapat memengaruhi kemampuan sosial anak.
Masa sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Periode ini merupakan masa emas pembentukan fondasi otak anak, termasuk kemampuan:
Jika pada periode ini anak kurang mendapatkan stimulasi, terlalu banyak layar, atau minim komunikasi dua arah, dampaknya dapat berlangsung jangka panjang.
Data WHO tahun 2018 menunjukkan bahwa 7,51% anak Indonesia mengalami penyimpangan perkembangan.
Artinya, jika ada 13 anak di lingkungan pertemanan atau grup WhatsApp orangtua, secara statistik 1 anak berisiko mengalami keterlambatan perkembangan.
RSIA Puri Bunda memahami bahwa membesarkan anak membutuhkan dukungan bersama. Sejalan dengan purpose “Merawat Kehidupan Sehangat Keluarga,” VidaStana hadir sebagai partner Ayah dan Bunda dalam mendampingi tumbuh kembang si kecil.
Sejak tahun 2003, Puri Bunda telah mendampingi 79.553 anak dalam layanan tumbuh kembang.
Skrining perkembangan rutin membantu mengenali potensi keterlambatan lebih cepat sehingga intervensi dapat dilakukan tepat waktu.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang atau tenaga medis profesional melalui metode:
Skrining mencakup evaluasi terhadap:
Orangtua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak tumbuh kembang untuk mendapatkan penilaian akurat dan arahan langkah terbaik sesuai kebutuhan anak.
Program stimulasi dirancang sesuai kebutuhan masing-masing anak untuk membantu memaksimalkan potensi perkembangan, meliputi:
Jika diperlukan, terapi dilakukan sedini mungkin untuk membantu anak dengan kondisi seperti:
Jenis terapi meliputi:
Masa emas anak tidak akan terulang dua kali. Karena itu, penting memastikan si kecil mendapatkan garis start terbaik sejak dini.
Ingin memastikan tumbuh kembang anak sesuai usianya?
Jadwalkan skrining tumbuh kembang di VidaStana sekarang juga.
Referensi: