Ada beberapa hal yang menyebabkan kekhawatiran Ibu hamil trimester ketiga

Mempertimbangkan Manfaat Pijat Oksitosin pada Masa Menyusui
August 10, 2017
Bunda, Inilah Tanda-tanda Bayimu Alergi Susu Sapi
August 10, 2017

Berbagai pertanyaan dalam benak Bunda tentang kesehatan dan kesejahteraan Sang Buah Hati bisa semakin menambah kegundahan bahkan berujung stres. Padahal, dengan mengetahui penjelasan dari setiap kegelisahan yang dirasakan, Bunda bisa menjalani masa-masa akhir kehamilan dengan lebih tenang dan optimis.

Agar tidak terlarut di dalam kecemasan, simak beberapa kekhawatiran yang umum menimpa ibu hamil pada trimester ketiga dan jawabannya.

  • Bolehkah Ibu Hamil Tidur Telentang?

Tidur telentang tidak dianjurkan untuk ibu hamil pada trimester ketiga karena rahim yang sudah lebih berat dapat menekan pembuluh darah yang akhirnya mengurangi aliran darah ke janin.

Untuk memperbaiki sirkulasi darah, upayakan untuk tidur menyamping, terutama menghadap kiri. Ini karena rahim secara alami berputar ke kanan sehingga tidur di sisi kiri dianggap sebagai pilihan terbaik agar tidak menekan rahim. Agar nyaman, gunakan bantal untuk menyangga kaki dan punggung.

  • Bagaimana Bila Janin Berhenti Bergerak?

Gerakan janin merupakan suatu pertanda bahwa dia dalam keadaan baik. Ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, perlu memperhatikan gerakan janin dari hari ke hari untuk mengetahui apakah dia terus bergerak normal atau tidak bergerak seperti yang biasanya. Pada trimester ketiga, gerakan janin bisa berubah-ubah. Bila pada trimester sebelumnya Si Kecil suka meninju atau menjentik, maka pada trimester ketiga ini dia lebih suka berputar maupun mengeluarkan lengan atau kakinya sehingga perut Bunda terlihat menonjol sedikit di suatu sisi.

Bila janin tidak bergerak sebanyak biasanya, Bunda perlu makan dan kemudian berbaring menyamping ke kiri. Jika dalam dua jam setelah itu janin masih tidak bergerak sebanyak 10 kali, hubungi dokter. Dokter akan melakukan tes nonstres, tes kontraksi, ataupun profil biofisik.

  • Bagaimana Jika Cairan Ketuban Terlalu Sedikit?

Menurut data sebuah asosiasi ibu hamil, sekitar empat persen ibu hamil memiliki volume cairan ketuban yang rendah, biasanya pada trimester ketiga. Ibu hamil perlu ikut memantau volume air ketuban saat pemeriksaan kehamilan. Jika cairan ketuban terlalu sedikit atau bahasa medisnya oligohidramnion, dokter atau bidan akan mengecek dengan cermat kondisi kehamilan Bunda untuk memastikan janin terus tumbuh secara normal. Namun, bila kondisi oligohidramnion ini terjadi pada masa akhir kehamilan, kemungkinan akan dilakukan induksi persalinan.

  • Bagaimana Jika Ibu Hamil Mengalami Preeklamsia?

Preeklamsia adalah suatu kondisi serius, yaitu ketika tekanan darah tinggi dan kadar protein di dalam urine dinyatakan abnormal setelah 20 minggu kehamilan. Pada pemeriksaan antenatal biasanya akan dicek tekanan darah Bunda serta kadar protein urine. Selain dari pengecekan tersebut, preeklamsia juga bisa diketahui dari gejalanya yang mencakup sakit kepala parah, nyeri tepat di bawah tulang rusuk, masalah penglihatan, serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, wajah dan tangan.

Dengan penanganan yang tepat, ibu dan bayi bisa terhindar dari kondisi berbahaya. Lain ceritanya bila preeklamsia berlanjut dengan cepat karena justru bisa membahayakan nyawa. Bahkan, ibu hamil dengan preeklamsia parah dan terus memburuk berkemungkinan besar perlu melahirkan dini (prematur). Pada kondisi demikian, melahirkan bayi merupakan satu-satunya cara yang bisa ditempuh untuk menangani preeklamsia. Biasanya, penanganan tersebut dilakukan pada ibu hamil dengan usia kandungan 37-38 minggu, atau bisa lebih dini bila kasusnya lebih parah. Bila terdiagnosis menderita preeklamsia, Bunda harus dirujuk untuk menjalani penilaian oleh dokter spesialis di rumah sakit.

Bunda dapat mencegah terjadinya preeklamsia dengan beberapa cara berikut.

  • Berolahraga secara teratur.
  • Mencukupi istirahat.
  • Mencukupi kebutuhan air putih, minimal 6-8 gelas sehari.
  • Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi.
  • Jangan banyak mengonsumsi makanan yang digoreng atau makanan siap saji.
  • Batasi penggunaan garam untuk makanan, meski masih diperbolehkan sedikit saja. Untuk lebih aman, lebih baik jangan mengonsumsi garam sama sekali.
  • Tinggikan posisi kaki Bunda beberapa kali dalam sehari.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Haruskah Memberikan ASI?

Usia kehamilan trimester ketiga merupakan waktunya Bunda memutuskan apakah akan memberikan Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula untuk Sang Buah Hati nantinya. Secara umum, para dokter merekomendasikan pemberian ASI minimal selama satu tahun pertama usia bayi. Bunda tidak boleh memberikan ASI bila Bunda positif HIV atau AIDS, TBC (tuberculosis) aktif, maupun beberapa bentuk hepatitis. Sementara untuk ibu pekerja yang tidak memungkinkan menyusui dari payudara bisa mencoba alternatif, seperti memberikan ASI melalui botol. Pemberian ASI sangat penting karena bermanfaat untuk kebaikan Bunda dan bayi.

Berikut adalah manfaat menyusui bagi Bunda:

  • Menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium atau indung telur.
  • Menurunkan risiko osteoporosis.
  • Menyusui bisa menjadi kontrasepsi alami.
  • Lebih cepat kembali ke berat badan sebelum hamil.
  • Ukuran rahim dan perut lebih cepat kembali seperti sebelum hamil.

Sementara itu, manfaat menyusui bagi Si Kecil antara lain:

  • Menjalin ikatan antara Bunda dan bayi.
  • ASI mudah dicerna.
  • Menurunkan risiko alergi.
  • Mendapat imunoglobulin yang berguna untuk mencegah penyakit dan infeksi.
  • Menurunkan risiko obesitas dan diabetes di kemudian hari.
  • Menurunkan risiko diare dan sembelit.
  • Apakah Bunda Perlu Berhenti atau Pindah Kerja?

Kehamilan bukanlah kecacatan yang menghalangi Bunda untuk bisa bekerja, namun memang ada kalanya kondisi kehamilan dapat menghambat pekerjaan. Oleh karena itu, Bunda perlu membangun komunikasi yang baik dengan pihak pemberi kerja. Apa lagi beberapa kondisi kehamilan akan memerlukan tirah baring (bed rest), misalnya setelah melalui kelahiran prematur, plasenta previa, preeklamsia, dan serviks inkompeten.

Bunda perlu mempertimbangkan berhenti atau pindah kerja bila lingkungan kerja Bunda memiliki potensi keamanan yang mengkhawatirkan, misalnya bekerja dalam ventilasi yang buruk dengan asap berbahaya seperti gas anestesi atau bahan kimia yang mudah menguap, paparan radiasi, serta paparan cat berbahan dasar timah untuk waktu yang lama.

Berpikirlah positif dan optimis bahwa persalinan dapat berjalan lancar serta kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, menerapkan pola hidup sehat untuk ibu hamil, serta berpikir positif dan optimis, maka kekhawatiran ibu hamil trimester ketiga bisa diatasi dengan baik.

Facebook Comments