Bermain Kotor – Kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi
August 10, 2017
Tips Agar ASI Lancar dan Banyak
August 10, 2017

Berbagai penelitian membuktikan, membiarkan balita terpapar kuman justru bisa melindungi mereka dari penyakit alergi dan asma di kemudian hari. Dasar pemikiran tersebut juga dengan ” hipotesa higienis “.

menurut hipotesa higienis, anak yang sejak kecil jarang terpapar bakteri, parasit, atau virus, saat dewasa mereka lbih rentan terkena alergi, asma, dan penyakit autoimin. Fakta lain juga menyebutkan anak – anak yang memiliki saudara, besar di lingkungan pertanian, serta berada ditempat penitipan anak ( day care ) sejak dini, lebih jarang terkena alergi. Seperti halnya otak bayi yang butuh stimulasi, masukan, dan interaksi agar tumbuh kembangnya sempurna, sistem kekebalan tubuh anak juga akan menjadi kuat oleh paparan kuman setiap hari sehingga si tentara imun bisa belajar, beradaptasi, dan membuat pengaturan sendiri.

Mengenai kuman apa yang bisa bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh si kecil, memamg belum jelas, tetapi penelitian terbaru memberikan petunjuk. Dalam penelitian yang dilakukan Thom McDade PhD, direktur laboratorium Human Biology Research di Universitas Northwestern, anak – anak yang terkapar kotoran hewan dan menderita diare sebelum berusia dua tahun, memiliki insiden inflamasi ditubuh lebih sedikit saat mereka dewasa. Inflamasi sendiri dikaitkan dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung diabetes dan Alzheimer.

“Pemahamannya sudah bergeser dari sistem imun yang terkait dengan alergi dan penyakit autoimun, tetapi juga perannya yang sangat penting dalam inflamasi dan penyakit degeneratif lainnya,” kata McDade.

Senada dengan McDade, menurut Martin Blaser, profesor penyakit dalam dari Universitas new York, Kebanyakan kuman yang ada di sekitar atau pun yang hidup dalam tubuh kita bukan cuma tak berbahaya tapi juga sudah bersama kita sejak jutaan tahun.

Namun seiring dengan perubahan perilaku manusia, beberapa jnis mikroba, seperti yang tinggal di dalam usu, menjadi berkurang bahkan hilang. ” Hilangnya mikroba itu memberi akibat, ada yang baik ada yang buruk, ” kata Blaser ”

Ketakutan para orangtua yang diwujudkan dengan menjaga lingkungan anak sehigienis mungkin menurut Blaser akan menghilangkan kesempatan mereka terpapar mikroorganisme alami yang sebenarnya baik untuk sistem imun. Ditambah lagi dengan penggunaan antibiotik, yang malah membuat kita lebih lemah.

Lantas, apa yang perlu dilakukan orangtua? Balser merekomendasikan agar orangtua dan dokter lebih bijaksana dalam memberikan antibiotik pada anak. Penggunaan yang berlebihan justru akana melemahkan kekebalan tubuh anak melawan penyakit.

Menjaga kebersihan memang penting, tetapi McDade menyarankan agar orangtua tidak terobsesi pada kebersihan. ” Tidak semua hal perlu dicuci atau disterilkan,” katanya.

Facebook Comments