Jangan Panik, Kepala Bayi Panas Belum Tentu Demam

Jangan Abaikan Tes Pendengaran pada Bayi Baru Lahir
August 10, 2017
Berbagai Penyebab Jerawat di Kemaluan dan Pencegahannya
August 10, 2017

Salah satu tantangan dalam mengurus dan merawat bayi yaitu ketika timbul gangguan kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan yang umum ditemukan pada bayi diantaranya ruam kulit, benjolan di kepala, atau munculnya demam yang ditandai dengan meningkatkanya suhu tubuh.

Mengenali Kondisi Pemicu

Kepala bayi merupakan organ vital yang memiliki kulit-kulit halus dan lembut. Oleh karena itu, panas dari dalam tubuh bayi mudah terkumpul di kulit-kulit sekitar kening dan leher bayi.

Kondisi-kondisi yang menyebabkan kepala bayi panas, antara lain:

  • Bayi baru selesai dimandikan dengan air hangat.
  • Aktivitas fisik bayi yang berlebihan.
  • Berada dalam suhu ruangan yang terlalu panas.
  • Penggunaan pakaian berlapis-lapis selimut selimut tebal.

Kepala bayi panas juga dipengaruhi pada waktu-waktu tertentu. Pada umumnya, suhu tubuh bayi akan meningkat menjelang malam hari, lalu menurun saat memasuki pagi hari.

Menggunakan Termometer untuk Mengukur Suhu

Orangtua sebaiknya tetap tenang di dalam menghadapi kondisi Sang Buah Hati. Kondisi kepala bayi panas belum tentu membahayakan bagi bayi. Namun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa suhu tubuh bayi denganmenggunakan termometer.

Idealnya, Anda membutuhkan termometer digital untuk memperoleh hasil yang akurat, dengan cara yang cepat dan mudah. Untuk bayi, Anda bisa menggunakan termometer rektal yang dimasukkan pada anus dengan hati-hati.Pastikan termometer ini memiliki daya baterai yang mencukupi agar pengukuran suhu tubuh bayi berlangsung akurat.

Perhatikan suhu tubuh normal bayi yaitu berada di dalam rentang 36,5 derajat Celcius hingga 37,5 derajat Celcius. Jika suhu tubuh bayi berada diatas 37,5 derajat Celcius, maka Anda perlu mewaspadai kondisi bayi, dan memberikannya lebih banyak ASI sebagai sumber cairan, namun segera konsultasi dengan dokter, jika suhu tubuh bayi berusia dibawah 3 bulan, melebihi 38 derajat Celcius atau lebih. Ataupun, demam diatas 39 derajat Celcius pada bayi usia 3-6 bulan.

Selain terasa kepala bayi panas, gejala bayi demam seperti pipi yang memerah, kulit lembap atau berkeringat, mudah menangis, ataupun terasa panas pada saat punggung dan perut disentuh.

Langkah Penanganan Demam pada Bayi

Jika kepala bayi panas diikuti dengan suhu tubuh yang tinggi, kemungkinan bayi mengalami demam. Walau demikian, demam pada bayi merupakan bagian dari sistem pertahanan alami bayi untuk melawan serangkaian infeksi penyakit.

Anda bisa melakukan sejumlah tindakan penanganan demam pada bayi dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Menjaga bayi terhidrasi atau cukup asupan air yaitu dengan menambah kadar minum dari biasanya. Berikan bayi asupan air susu ibu (ASI) secara rutin untuk hasil terbaik.
  • Berikan pakaian yang tidak terlalu tebal dan menutup kepalanya. Jangan membuat Si Kecil malah merasa kepanasan dengan baju tebal atau berlapis-lapis. Namun, jangan membiarkan ia sampai kedinginan karena pakaian tipis. Sesuaikan pakaian bayi Anda dengan kondisi cuaca dan suhu di sekitarnya.
  • Pemberian obat penurun panas, sebaiknya tidak diberikan pada bayi berusia dibawah 3 bulan. Pemberian paracetamol sebagai obat penurun panas pada bayi diatas usia 3 bulan, dosisnya harus melalui konsultasi dokter.

Kepala bayi panas belum tentu menjadi pertanda bayi mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, pastikan kondisi tersebut bukan gejala demam dengan mengukur suhu menggunakan termometer. Jika perlu, periksakan kepala bayi panas kepada dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat.

Facebook Comments