Menangani Demam Pada Bayi Baru Lahir dengan Tepat

Bisa Punya Anak Kapan Saja dengan Membekukan Sel Telur
August 10, 2017
Air Ketuban Merembes, Kenali Ciri-Ciri dan Waspadai Bahayanya
August 10, 2017

Usia bayi baru lahir adalah bayi yang berumur di bawah 28 hari sejak waktu kelahirannya. Pada momen ini, bayi rentan terhadap serbuan berbagai penyakit sehingga membutuhkan tindakan perawatan dan pemberian air susu ibu ( ASI ) secara berkesinambungan.

Cara Mengantisipasi Bayi Baru Lahir Demam

Demam pada bayi, merupakan gejala yang dapat membuat para orang tua menjadi khawatir. Seorang bayi baru lahir dikatakan demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Cara terbaik untuk memperoleh suhu tubuh bayi adalah dengan menggunakan termometer rektal atau anus. Termometer yang dimasukkan melalui anus bayi ini dinilai cukup akurat dalam mengukur suhu tubuh bayi. Hindari mengukur suhu bayi ketika baru saja dimandikan. Gunakan termometer digital. Penggunaan termometer berbahan merkuri dapat keracunan jika pecah.

Bunda dapat menyentuh dahi bayi guna mengetahui apakah Buah Hati telah terjangkit demam. Namun, dahi yang hangat tidak selalu menyimpulkan bahwa bayi mengalami demam.

Waspadai Bayi Baru Lahir Demam pada Usia di Bawah Tiga Bulan

Perlu diketahui, demam pada bayi yang berusia di bawah tiga bulan bisa merupakan gejala dari sejumlah penyakit serius. Untuk menghindari kondisi ini atau agar kondisi ini tidak makin parah, Bunda perlu segera memeriksakan dirinya kepada dokter. Berikut hal-hal yang sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir terjangkit demam:

  • Jika demam menimpa bayi yang berusia di bawah tiga bulan, segera hubungi dokter untuk meminta saran medis
  • Jika tidak memungkinkan untuk menghubungi dokter, maka segera bawa bayi ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
  • Jangan memberikan obat penurun demam (kecuali berdasarkan anjuran dokter) karena hal ini dapat mengaburkan gejala penyakit bayi dan mempersulit pemeriksaan.

Ada dua alasan kenapa bayi baru lahir demam harus segara dibawa ke dokter, antara lain.

  • Pertama, lapisan sel pelindung antara aliran darah dan sistem saraf pusat bayi berusia di bawah tiga tahun masih sangat tipis. Artinya, infeksi bakteri mudah menebus lapisan pelindung tersebut dan membuat kerusakan dengan cepat.
  • Kedua, bayi baru lahir tidak menunjukkan gejala infeksi parah seperti bayi yang lebih tua umurnya. Bayi baru lahir dapat mengalami sepsis atau ketika bakteri masuk dalam darah dan sama sekali tidak menunjukkan gejala apa-apa.

Penyebab dan Tes pemeriksaan bayi baru lahir demam di bawah tiga bulan

Penyebab bayi baru lahir demam dapat berupa infeksi bakteri atau virus. Meski pada nyatanya, ada pula demam yang timbul bukan akibat infeksi. Demam  juga bisa muncul sebagai reaksi dari vaksinasi, atau pakaian bayi yang terlalu tertutup sehingga menjadikannya gerah. Bayi yang terlalu lama terpapar terik matahari berisiko tinggi untuk terserang demam juga. Untuk menentukan penyebab dari demam yang diderita bayi, maka biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan beberapa tes evaluasi.

Evaluasi yang dilakukan kepada bayi baru lahir demam yang berusia kurang dari 29 hari meliputi prosedur pemeriksaan terkait pemeriksaan darah lengkap, pungsi lumbal, kultur darah, rontgen dada, urinalisis, dan kultur urine. Pemeriksaan tinja juga disarankan untuk dilakukan jika bayi mengalami diare. Perlu diingat bahwa, pemeriksaan yang telah disebutkan hanya berupa pedoman. Kemungkinan dokter hanya akan menyarankan satu atau beberapa prosedur saja. Bahkan, semua tes evaluasi bergantung kepada gejala dan kondisi bayi.

Jangan biarkan hal-hal di atas terjadi pada Buah Hati Anda. Pantau terus kondisinya dengan melihat perubahan suhu tubuh dan memerhatikan kemunculan kebiasaan-kebiasaan yang terlihat asing. Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi bayi baru lahir demam
Facebook Comments