Mengapa Timbul Mual Muntah Dalam Kehamilan

Muntah Tanpa Sebab
August 10, 2017
Pola Menyusui pada Bayi
August 10, 2017
Mengapa timbul mual muntah dalam kehamilan ?

Meskipun belum diketahui penyebabnya secara jelas, diduga mual muntah dalam kehamilan berhubungan dengan perubahan kadar hormonal pada tubuh wanita hamil. Saat hamil, terjadi kenaikan kadar Hormon Chorionic gonadotropin ( HCG ) yang berasal dari plasenta ( ari – ari ). Hormon ini memiliki fungsi menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur, yang penting agar kehamilan sehat dan lancar. Namun selain itu, hormon ini diduga juga berefek menimbulkan mual dan muntah. HCG meningkat jumlahnya pada tiga bulan ( trimester ) pertama kehamilan dan turun kembali setelah bulan keempat; itulah sebabnya ” mual muntah biasanya akan hilang sendiri kehamilan memasuki bulan keempat. selain itu, kadar hormon estrogen yang meningkat juga dianggap ikut bertanggung jawab.

Mengenal Bahaya Hiperemesis Gravidarum

mayoritas mual muntah dalam kehamilan adalah normal dan berlangsung hanya dalam trimester pertama kehamilan. Namun terkadang timbul mual dan muntah sangat parah, yang disebut hiperemesis gravidarum ( HG ) tanda – tandanya :

– Berat badan turun 2,5 – 5 kg atau lebih selama trimester pertama kehamilan.

– Tidak dapat menelan makanan dan minuman apapun selama 24 jam terakhir

– Air kencing berwarna kuning sangat gelap, atau tidak kencing sama sekali selama 8 jam terakhir

– Muntah sangat sering ( setiap jam, atau lebih )

– Mual sangat hebat sehingga selalu muntah saat makan.

Waspadalah jika menjumpai tanda – tanda diatas dan segera hubungi dokter! Jika dibiarkan,HG dapat berakibat kematian ibu, dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

Untuk menurunkan hipertensi kronis maka pilihan obat antihipertensi ditentukan berdasarkan keamanan bagi janin. Terapi sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter karena hipertensi yang tidak diobati mempunyai risiko tinggi.

Ibu hamil yang mengalami hipertensi seharusnya diawasi ketat dan diingatkan agar tidak banyak beraktivitas, tidak minum alcohol atau merokok, dan membatasi asupan garam /natrium sampai 100mmol/hari. Pengurangan berat badan tidak perlu dilakukan walaupun pada ibu hamil yang gemuk, karena dapat menurunkan berat janin.

Jika terjadi komplikasi, ibu dengan hipertensi kronis memiliki peningkatan resiko untuk preeklamsia superimposed dan abrupsio plasenta. Abrupsio plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi saat kehamilan bukan saat persalinan. Keadaan bayi yang lahir dari ibu dengan hipertensi berat umumnya sangat buruk, karena risiko meninggal sangat besar.

Ibu yang mengalami hipertensi, dapat menyusui dengan aman namun sebaiknya tetap berdiskusi dengan dokter tentang pilihan menyusui, karena sebagian besar obat antihipertensi disekresikan ke air susu ibu dengan konsentrasi rendah. Jika ibu hipertensi tahap I ( tekanan darah diastolic <100 mmHg ), obat antihipertensi dapat dihentikan untuk beberapa bulan dengan tetap memantau tekanan darah.

Facebook Comments