adhd-awareness-mind-brain-concept
“Anakku aktif banget, lari ke sana-sini, susah diam… ini normal atau ADHD ya?”
Pertanyaan ini sering muncul di benak orangtua. Apalagi di usia golden age 1.000 hari pertamanya, anak memang sedang penuh energi dan rasa ingin tahu. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran apakah perilaku tersebut masih wajar atau sudah mengarah ke gangguan seperti ADHD.
Memahami perbedaan anak aktif dan ADHD sangat penting, agar Ayah Bunda tidak terlalu khawatir, namun juga tidak mengabaikan tanda yang perlu diperhatikan.
Pada dasarnya, anak yang aktif adalah anak yang sehat. Mereka senang bergerak, eksplorasi, dan mencoba hal baru. Ini adalah bagian penting dari proses belajar, terutama di masa golden age tumbuh kembang anak.
Aktif bukan masalah, justru tanda perkembangan yang baik.
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur perhatian, kontrol impuls, dan aktivitas.
Berbeda dengan anak aktif biasa, anak dengan ADHD menunjukkan pola perilaku yang:
Agar lebih mudah dipahami:
Anak Aktif | ADHD |
Masih bisa fokus pada hal yang disukai | Sulit fokus bahkan pada hal yang disukai |
Bisa diarahkan walau butuh waktu | Sangat sulit diarahkan |
Aktif di situasi tertentu | Aktif berlebihan di hampir semua situasi |
Tidak mengganggu secara signifikan | Mengganggu aktivitas & interaksi |
Masih bisa mengikuti instruksi | Sering kesulitan mengikuti instruksi |
Ayah Bunda perlu lebih waspada jika anak menunjukkan:
Kondisi ini bisa menjadi bagian dari red flag tumbuh kembang anak dan berkaitan dengan perlunya deteksi dini tumbuh kembang anak.
Tidak semua anak aktif berarti ADHD. Memberi label terlalu cepat justru bisa membuat orangtua cemas berlebihan.
Sebaliknya, mengabaikan tanda yang ada juga bisa membuat anak terlambat mendapatkan bantuan.
Keseimbangan antara “tenang” dan “peka” adalah kunci.
Jika perilaku anak terasa berlebihan, terjadi secara konsisten, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya mulai dilakukan evaluasi.
Melalui layanan tumbuh kembang di ViDaStana – RSIA Puri Bunda, anak dapat menjalani:
Jika diperlukan, anak dapat mengikuti:
Pendekatan ini membantu memahami kondisi anak secara lebih akurat, sehingga intervensi yang diberikan lebih tepat.
Pendampingan sejak dini membantu anak mengelola energinya dengan lebih baik.
Beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah:
Seperti pada kondisi lain, memahami tumbuh kembang anak sejak masa golden age dan melakukan deteksi dini adalah langkah penting untuk mendukung potensi anak secara optimal.
Tidak. Anak aktif adalah hal yang normal, terutama di usia dini. ADHD memiliki pola perilaku yang lebih konsisten, intens, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk memastikannya, diperlukan evaluasi menyeluruh, termasuk observasi perilaku oleh tenaga profesional.
Tanda-tanda ADHD sudah bisa mulai terlihat sejak usia dini, namun diperlukan evaluasi yang komprehensif untuk memastikannya. Skrining perkembangan dan penilaian oleh psikolog dapat membantu mengidentifikasi apakah perilaku anak masih dalam batas wajar atau memerlukan perhatian khusus.
ADHD tidak hilang sepenuhnya, tetapi dapat dikelola dengan baik. Dengan terapi yang tepat, pendampingan, serta strategi yang sesuai, anak tetap dapat berkembang optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Tidak semua anak langsung membutuhkan terapi. Hasil evaluasi akan menentukan kebutuhan anak. Namun jika perilaku sudah mengganggu aktivitas, terapi seperti terapi perilaku atau terapi okupasi dapat membantu meningkatkan kemampuan fokus dan kontrol diri.
Psikolog berperan dalam melakukan evaluasi perilaku, membantu memahami pola emosi dan perhatian anak, serta memberikan strategi yang sesuai. Pendampingan ini penting agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak.
Referensi
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
World Health Organization (WHO). (2018). Early Childhood Development and Disability.
Black, M. M., et al. (2017). The Lancet: Early Childhood Development.